MediaSuaraMabes, Batam – Kebakaran sampah yang diduga bercampur limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) terjadi pada Selasa siang, 13 Januari 2025, di jalan arah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Punggur, Kota Batam. Sampah tersebut diduga berasal dari aktivitas PT Asia Sukses Sejahtera dan diangkut menggunakan lori pribadi.
Peristiwa ini sempat membuat masyarakat dan pengguna jalan cemas. Asap tebal berwarna hitam dan putih disertai bau menyengat terlihat membumbung tinggi, sehingga menimbulkan kekhawatiran akan dampak kesehatan bagi warga di sekitar lokasi kejadian.
Berdasarkan pantauan Tim Media Suara Mabes di lapangan, kebakaran terjadi saat lori pengangkut sampah melintas menuju arah TPA Punggur. Sampah yang terbakar tampak mengandung berbagai material yang diduga termasuk limbah B3, seperti kaleng bekas pilox cat, tabung aerosol bekas obat nyamuk, plastik, serta material lain yang mudah terbakar.
Kejadian tersebut menjadi sorotan karena sampah yang diduga berasal dari aktivitas industri itu diarahkan ke TPA Punggur, bukan ke tempat pengelolaan limbah khusus. Hal ini memunculkan dugaan bahwa limbah tersebut tidak dikelola sesuai ketentuan dan prosedur pengelolaan limbah B3.
Tim pemadam kebakaran yang tiba di lokasi segera melakukan pemadaman. Petugas pemadam menyampaikan bahwa api berhasil dijinakkan dan tidak meluas ke area sekitar.
Salah satu sopir lori berinisial HRL yang diwawancarai di lokasi mengaku tidak mengetahui penyebab kebakaran.
“Saya hanya membawa lori. Saya tidak tahu ada kebakaran di dalam muatan yang saya bawa,” ujarnya.
Upaya konfirmasi kepada pihak PT Asia Sukses Sejahtera belum membuahkan hasil. Saat Tim Media menyambangi lokasi perusahaan, sejumlah pekerja dan pengawas menyatakan tidak mengetahui peristiwa tersebut. Pihak manajemen perusahaan juga belum memberikan keterangan resmi. Seorang perempuan berinisial NNI yang turut dikonfirmasi memilih tidak memberikan komentar.
Hasil pengamatan di lapangan menunjukkan adanya tumpukan material yang diduga limbah industri berserakan di area terbuka. Material tersebut dinilai berpotensi berbahaya apabila tidak dikelola dan disimpan sesuai standar keselamatan dan lingkungan.
Petugas pemadam kebakaran menduga api berasal dari tumpukan limbah yang bercampur dengan bahan mudah terbakar, sehingga memungkinkan terjadinya percikan api akibat gesekan antar material.
Selain itu, Tim Media Suara Mabes juga menyoroti keberadaan sebuah gudang di kawasan Simpang Kara yang diduga terkait aktivitas perusahaan, namun tidak ditemukan papan nama perusahaan di lokasi tersebut. Kondisi ini memunculkan pertanyaan publik mengenai aspek perizinan dan pengawasan dari instansi terkait.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak PT Asia Sukses Sejahtera maupun dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam terkait penyebab pasti kebakaran, status limbah yang terbakar, serta potensi dampaknya terhadap lingkungan.
Peristiwa ini diharapkan dapat segera ditindaklanjuti oleh instansi berwenang guna memastikan pengelolaan limbah dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
(Abdul Rahman)





