MediaSuaraMabes | Aceh – Kabut asap pekat dilaporkan menyelimuti lima wilayah di Provinsi Aceh pada hari ini. Kondisi cuaca yang memprihatinkan tersebut membentang dari wilayah Bireuen hingga Kuala Simpang, membuat suasana siang hari berubah gelap layaknya malam hari akibat tebalnya kepulan asap.
Kondisi ini sangat berdampak pada aktivitas warga, terutama di sektor transportasi darat yang nyaris lumpuh. Jarak pandang yang sangat pendek memaksa para pengguna jalan raya ekstra hati-hati.
“Semua kendaraan angkutan bus dan kendaraan bermotor tidak bisa melaju kencang, karena asap tebal menutupi seluruh areal,” ungkap salah seorang sopir bus angkutan antarkota lintas Bireuen–Kuala Simpang kepada Media Suara Mabes.
Kejadian ini menambah daftar panjang kekecewaan warga terhadap rentetan bencana lingkungan yang kerap terjadi. Sebelumnya, masyarakat juga kerap menjadi korban bencana banjir yang diduga kuat akibat ulah oknum perusak alam yang tidak bertanggung jawab.
Menyikapi kondisi tersebut, Kepala Perwakilan Wilayah (Kaperwil) Media Suara Mabes Aceh, Hanafiah, melontarkan kritik keras terhadap para pemangku kebijakan. Ia menilai pemerintah daerah dan instansi terkait terkesan abai dan lamban dalam menindak tegas para pelaku perusakan lingkungan, sehingga masyarakat yang selalu harus menanggung dampak kerugiannya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan dan rilis resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Aceh maupun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat terkait sumber pasti kabut asap pekat tersebut, apakah murni dari titik api kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) atau terdapat faktor cuaca lainnya.
Demi menjaga keselamatan dan kesehatan bersama di tengah kondisi ekstrem ini, Media Suara Mabes Aceh mengimbau kepada seluruh pengendara yang melintas dari Bireuen hingga Kuala Simpang untuk:
-
Menyalakan Lampu Utama dan Lampu Kabut (Fog Lamp): Pastikan kendaraan mudah terlihat oleh pengendara lain dari arah berlawanan maupun dari belakang.
-
Mengurangi Kecepatan Kendaraan: Jangan memacu kendaraan di luar batas aman karena jarak pandang yang sangat terbatas. Selalu jaga jarak pengereman dengan kendaraan di depan.
-
Menggunakan Masker: Gunakan masker yang memadai, baik saat berkendara menggunakan sepeda motor maupun saat beraktivitas di luar ruangan untuk mencegah infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
-
Menunda Perjalanan Jika Tidak Mendesak: Bagi warga yang rentan terhadap penyakit pernapasan, disarankan untuk tetap berada di dalam rumah hingga kondisi udara dan jarak pandang berangsur normal.





