Kunjungan RS. Santa Maria Cilacap Sekaligus Bakti Sosial

MediaInvestigasiMabes, Jakarta – Ketua Umum KRIS (Killcovid-19 Relief International Services) Adharta Ongkosaputra, yang tidak pernah lelah melakukan kegiatan kemanusiaan membantu sesama, melakukan kunjungan ke RS Katolik Cilacap bersama 32 orang tim relawannya, untuk membantu beberapa peralatan Rumah sakit dan kebutuhan Serta membagi Kacamata Ukuran dan kaca mata baca.

Namun kata Adharta, tujuan utama kunjungan tersebut adalah untuk memperkenalkan RSU Santa Maria, di propinsi Jawa tengah maupun ke seluruh wilayah Indonesia bahkan keluar negeri ujarnya.

RSU Santa Maria Cilacap di pimpin oleh Suster Vincent PBHK (Putri Bunda Hati Kudus) bersama beberapa suster PBHK lainnya. Walaupun kecil tapi memiliki arti yang sangat strategis. Melayani masyarakat dengan Hati yang mulia dengan segala kekurangan dan keterbatasan.

Mengajak semua komponen Bangsa yang mencintai kesehatan marilah membantu RSU Santa Maria Cilacap kata Adharta.

Apasih arti Cilacap? Dengan bercanda Adharta menjawab, Ci artinya air yang mengalir; Lacap artnya Harapan Cinta dan Kasih. Tapi ada arti lainnya?lanjutnya lagi,yaitu ? Cinta Lama Belum Terucap. Semua yang peseta tertawa.memang dasar pak Adharta ini orangnya humoris.

Di kalangam teman teman dan sahabat yang menggeluti bidang kesehatan beliau sangat di Kenal. Bahkan pihak Departemen Kesehatanpun semua pasti kenal beliau karena program program eksklusif nya terutama membantu pemerintah.

Cilacap memang menyimpan sejarah tersendiri anda bisa mengunjungi Benteng Pendem Sebuah benteng peninggalan tentara Jepang untuk menjaga serangan musuh dari arah laut. Cilacap juga ada penjara Nusa Kambangan. Kami beberapa kali juga melakukan bakti sosial ke Penjara.

Saya sendiri kata Adharta, pernah bertemu warga SMS Super Maksimum Sekuriti Penjara yang isinya terpidana mati semua.

Pertemuan dengan para Suster diirinngi pembagian Kaca Mata baik ukuran Minus maupun Kacamata Baca. Berapa jumlah semua yang dibagi pak? Adharta memperkirakan sekitar 400 anak anak dan orang tua akan menikmati pemberian kacamata

Profil RSU Santa Maria Cilacap
Pada tanggal 4 Juni 1928, para suster Putri Bunda Hati Kudus (PBHK) datang dari negeri Belanda ke Pulau Jawa dengan tujuan menyelenggarakan pendidikan dan perawatan orang sakit terutama bagi rakyat kecil. Selanjutnya dalam usaha karya kerasulannya, para suster menyebar ke berbagai kota di Jawa antara lain Purworejo, Wonosobo, Tegal, Cilacap dan kota lainnya.

Pada pertengahan bulan Juni 1931 untuk pertama kalinya para suster PBHK tiba di Cilacap. Para suster memulai karya kerasulan dibidang pendidikan dasar. Karena keadaan perang pada tahun 1942, para suster misionaris ini terpaksa meninggalkan Cilacap dan harus menjalani interniran di kamp pengamanan di Muntilan.

Dan pada bulan November 1949 para Suster kembali ke Cilacap setelah melalui pembicaraan dengan Uskup Mgr. Schoemaker dan mendapat persetujuan dari pemimpin umum. Selama para Suster PBHK mempersiapkan diri untuk kembali ke Cilacap, para Suster Putri Darah Mulia dari Kutoarjo, menggantikan mereka dan memulai dengan sebuah Taman Kanak Kanak.

Pada tanggal 27 Desember 1949 para suster PBHK dari Tegal berangkat menuju ke Cilacap untuk melanjutkan karya kerasulan yang telah ditinggalkan selama kurang lebih dua puluh tahun, setelah melalui perjalanan yang sulit karena situasi, akhirnya para suster tiba di Cilacap tanggal 29 Desember 1949. Pada tahun 1969 para Suster PBHK menanggapi kebutuhan masyarakat melalui karya kerasulan baru dibidang kesehatan dengan didirikannya Balai Pengobatan Santo Yosep dan Rumah Bersalin Santa Maria di jalan Melati nomor 25 Cilacap.

Setelah melalui beberapa kali pembicaraan, pertimbangan, masukan dari masyarakat, dan belajar dari beberapa sumber, maka Dewan Pimpinan para suster PBHK memutuskan BP Santo Yusup dan RB Santa Maria Cilacap dikembangkan menjadi Rumah Sakit Umum Santa Maria yang beralamat di jalan Ahmad Yani nomor 38 Cilacap, hingga sekarang.

Adapun Visi Rumah Sakit Umum Santa Maria Cilacap berkomitmen untuk menjadi rumah sakit tipe C pilihan pertama yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan berkualitas dan profesional dengan penuh cinta kasih di kabupaten Cilacap pada tahun 2025.

Sedangkan misinya adalah:
1. Memberikan pelayanan kesehatan berdasarkan komitmen untuk meningkatkan kualitas secara berkesinambungan.
2. Memberikan pelayanan kesehatan menyeluruh didalam lingkungan yang ramah, adil, profesional, dan menghormati kehidupan sejak konsepsi dengan mengedepankan semangat kasih tanpa membeda-bedakan suku bangsa, agama, jenis kelamin dan status sosial ekonomi.
3. Memandang seluruh stakeholder sebagai mitra karya dengan memberdayakan dan meningkatkan kinerja sehingga memiliki loyalitas tinggi, dan berkomitmen untuk berkarya secara profesional demi kepuasan semua pihak.
4. Mengembangkan kemampuan dalam menyediakan fasilitas pelayanan yang terjangkau oleh masyarakat kabupaten Cilacap guna peningkatan pelayanan.

Adharta Ongkosaputra dalam WA nya di medsos Kris dimana penulis menjadi salah seorang anggtanya, mengatakan mau menyapa Matahari di Gunung Dieng, Minggu 4 Pebruari 2024.dia mengisahkan : Hari masih gelap Ketika aku terkejut bangun Seperti sebuah kerinduan ingin mau memandang saat matahari terbit dan menyapanya. Dalam bahasa jepang dikenal dengan sebutan Hinode Jikoku ujar Adharta, Dimana memandang matahari terbit dianggap sebagai sebuah DOA . Demikian Negara Jepang disebut Negara Matahari terbit atau Japan atau Ri Pen.

Sepulang dari Eropa saya melanjutkan perjalanan Bisnis pada tahun 2000 kenang Adharta. saya dan istri ibu Lena bersama Pandu , Kami dijamu oleh Mitshubishi Corporation dipusat usaha di Kota Yokohama. Saya memperkenalkan putra terkecil kami Pandu tentang bagaimana Negara Jepang bisa sangat maju,Pandu sempat mengemudikan Membawa Simulator Helikopter keliling Kota Mitshubisi. Pabrik yang sangat besar sekali Kami bisa menikmati. Memandang semua fasilitas Mitshubisi dari udara , Sangat Istimewa sekali.

Kami didampingi presiden direktur Mitshubisi , Mr. Obayashi Deputii CEO ,Mr. Hayashi dan Manajer Operasi Mr Kubo Sselama empat hari.

Saya sebenarnya sangat suka Negara Jepang sambunya lagi, karena orang orang Jepang sangat ramah dan sopan santun juga pekerja keras. Mengapa Jepang bisa begitu cepat maju saya rasa lanjut Adharta, Matahari menjadi sumber inspirasinya.

Semalam sebelum menuju Wonosobo ujar Adharta, saya didampingi Bapak Budi Hidayat sebagai Wakil Ketua Umum KRIS bersama Dirut RSU Santa Maria Dr Caecilia,Direktur Operasi Dr Urip, Kami duduk bercerita sampai larut malam, Menarik sekali diskusi mengenai kesehatan. Masa Depan RSU Santa Maria Cilacap sampai saya perkenalkan Dengan Direktur IHC Dokter Rista, semoga bisa terjalin kerja sama IHC dan RSU Santa Maria.

Akhirnya kami harus meninggalkan Wonosobo, Tanpa lupa mampir Cirebon untuk mengisi Bensin di Kampung Tengah kata dalam bahasa Manado. Terang menikmati Seafood Kepiting khas Sentosa live seafood, Perjalanan dikirim hujan deras, Tapi kami beserta Tim KRIS sangat beruntung karena sempat mendapat berkat dari Mgr Nikolaus Saputra MSC dan Doa dari Pastor Sumpana MSC, Di Taman Rohani Taro Anggro yang cantik (wajib di kunjungi bagi umat Katolik).

KRIS melayani pembagian kacamata , Di Cilacap dan Wonosibo Dibawah Ketua Bapak Lendy Yustena. Yakin pesan Pastor Sumpana MSC, Kok Taroanggro kelupaan kecamatanya? . Cahaya Matahari sudah redup saat matahari terbenam di ufuk Barat, Tetapi kehangatannya tetap bersama seluruh anggota KRIS, Tiada lupa terima kasih tak terhingga buat para Donatur dan Relawan yang telah mensukseskan acara baksos ini tutup Adharta Ongkosaputra.(Ring-o)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *