KAL Pulau Karakelang Disorot: Lanal Melonguane Proses Kasus Dugaan Penganiayaan ASN Secara Profesional

MediaSuaraMabes, Talaud — Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Melonguane, Bapak Letkol Laut (P) Yogie Kuswara, M.Tr.Opsla, menegaskan komitmen penegakan disiplin dan hukum di lingkungan TNI AL terkait kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berprofesi sebagai guru SMA, yang diduga melibatkan oknum kru KAL Pulau Karakelang.

Dalam keterangannya, Komandan Lanal Melonguane menyampaikan bahwa setiap prajurit TNI AL wajib menjunjung tinggi disiplin, etika, serta hukum yang berlaku, baik dalam kedinasan maupun dalam kehidupan bermasyarakat.

“Tidak ada toleransi terhadap tindakan yang mencederai kepercayaan masyarakat. Namun dalam penanganannya, kami tetap mengedepankan asas keadilan, profesionalitas, dan pendekatan humanis,” tegasnya.

Ia menjelaskan, pihak Lanal Melonguane telah mengambil langkah cepat melalui pemeriksaan awal dan memproses penanganan perkara sesuai ketentuan hukum yang berlaku di lingkungan TNI.

Selain itu, Komandan Lanal Melonguane turut menyampaikan keprihatinan dan empati kepada korban dan keluarga, serta memastikan hak-hak korban tetap dihormati. Penanganan kasus, lanjutnya, dilakukan secara transparan serta berkoordinasi dengan instansi terkait agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

Di sisi lain, beredarnya informasi terkait pelepasan KAL Pulau Karakelang turut menimbulkan keprihatinan sejumlah pihak. Pasalnya, KAL Pulau Karakelang dinilai sebagai alutsista strategis yang berperan penting dalam menjaga keamanan dan kedaulatan wilayah perbatasan, terutama di wilayah terluar.

Selama ini, kapal tersebut disebut berkontribusi mendukung patroli laut, pengamanan perbatasan, serta kehadiran negara di kawasan terluar. Selain tugas pertahanan, KAL Pulau Karakelang juga dilaporkan kerap digunakan untuk mendukung kegiatan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Talaud, termasuk pengangkutan dukungan logistik Pilkada (duklog), peninjauan pulau-pulau, dan kegiatan pelayanan wilayah kepulauan.

Sejumlah pihak berharap kebijakan terkait penempatan maupun pelepasan alutsista di wilayah perbatasan mempertimbangkan kebutuhan strategis dan kondisi geografis daerah kepulauan.

Komandan Lanal Melonguane menegaskan TNI AL tetap berkomitmen menjaga stabilitas keamanan laut sekaligus membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat. Setiap dinamika yang terjadi, kata dia, akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan profesionalisme prajurit serta mengoptimalkan tugas pertahanan negara.

(Amir Pontoh/Wakorwil Indonesia Timur)

Related posts