Sutan Sari Alam : Penegakkan Adat Istiadat Jaringnya “Political Will”

MediaSuaraMabes, Agam – Jalan Raya Bukittinggi-Payakumbuh Km 6 Biaro, Kec. Empat Angkek, Kab. Agam – Senin, 2 Maret 2016 – Di kawasan kuliner ternama, Sutan Sari Alam (Kaperwil Media Suara Mabes) sekaligus tokoh yang sangat diperhitungkan bersama Panduko Alam Sati dan tokoh penting lainnya mengemukakan bahwa penegakkan adat istiadat membutuhkan polical will yang bulat dalam komitmen, konsistensi, dan konsekuensi berorientasi filosofi. “Tanpa kemauan politik yang kuat, upaya menjaga adat hanya omong kosong belaka,” tegas Sutan Sari Alam

Filosofi “Adat Bersandikan Syara’, Syara’ Besandikan Kitabullah” hal yang fundamental

Sutan Sari Alam berpendapat, Filosofi tersebut bukan sekadar ungkapan, melainkan ruh kehidupan bermasyarakat Minangkabau yang menghubungkan budaya lokal dengan ajaran agama. “Adat adalah warisan hidup yang berkembang dengan landasan syara’ dari Kitabullah, membuat kearifan lokal tetap kokoh menghadapi zaman,” papar Sutan Sari Alam dengan bangga.

Perangkat berintegritas menjadi Marwah dan Tulang Punggung

Sutan Sari Alam menyatakan, bahwa Perangkat penegak adat dan lembaga terkait harus memiliki integritas tinggi dan komitmen tak tergoyahkan.

“Kita butuhkan orang yang mencintai adat dan agama, siap mengorbankan diri. Tanpa integritas, aturan hanya lembaran kertas kosong,” Tutur Sutan Sari Alam dengan tegas.

SANGSI TEGAS BERLANDASAN KEADILAN, BUKAN KARENA KEBENCIAN

Penegakkan adat membutuhkan sangsi tegas namun adil.

“Sangsi bukan tujuan akhir, melainkan sarana menjaga keharmonisan dengan rasa kasih sayang, tanpa kekerasan atau diskriminasi, apalagi karena kebencian ” ucapnya.

Nilai Hukum dan Peraturan sejajar dengan Adat.

Adat istiadat harus selaras dengan peraturan negara berbasis keadilan dan kesejahteraan.

“Kita tidak bisa memisahkan adat dari hukum negara ( NKRI harga mati) – keduanya saling melengkapi untuk membangun masyarakat yang berkembang,” tandas Sutan Sari Alam

Tokoh Bersinergi Mewujudkan Masyarakat Makmur dan Sejahtera

Pertemuan ini menjadi bukti bahwa menjaga adat adalah tanggung jawab bersama, seluruh stakeholder.

“Dengan persatuan dan filosofi mulia, kita bisa membawa masyarakat menuju masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.

(FK/MY/Lbs)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *