MediaSuaraMabes, Tangerang Selatan – Gerakan Anti Narkoba Nasional (GANNAS) secara resmi melayangkan somasi terbuka kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Organisasi ini mendesak pemerintah untuk segera mengembalikan status Darurat Narkotika di Indonesia mengingat kondisi penyalahgunaan barang haram tersebut kian mengkhawatirkan.
Somasi ini dibacakan langsung di sela-sela kegiatan Musyawarah Akbar, Halal Bihalal, dan Bakti Sosial GANNAS yang digelar di Setu Parigi, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Sabtu (11/04/2026).
Ketua Umum GANNAS, I Nyoman Adi Peri, yang didampingi Waketum Rois Basuki dan Sekjen Rully Ardian, mengungkapkan keprihatinan mendalam atas berakhirnya masa berlaku Inpres Nomor 2 Tahun 2020 tentang Rencana Aksi Nasional P4GN pada tahun 2024 lalu.
”Saat ini ada kekosongan Inpres. Kami meminta Bapak Prabowo untuk menerbitkan kembali atau memperpanjang Inpres tersebut. Ini penting karena melibatkan seluruh stakeholder hingga elemen masyarakat terkecil,” tegas Nyoman di hadapan media.
Ia menambahkan bahwa data menunjukkan sekitar 15 orang meninggal setiap harinya akibat narkoba. “Presiden sebelumnya, Pak Jokowi, pernah menyatakan Indonesia siaga satu. Kami ingin semangat itu dikembalikan untuk menyelamatkan generasi bangsa,” lanjutnya.
Dalam pernyataannya, GANNAS juga menyoroti adanya keterlibatan oknum aparat, baik dari unsur TNI maupun Polri, dalam jaringan peredaran narkoba. Bahkan, Nyoman secara tegas meminta sanksi terberat bagi mereka yang berkhianat pada negara.
”Oknum-oknum TNI dan Polri yang terlibat narkoba, kalau bisa dihukum mati. Mereka pengkhianat bangsa! Kami bersumpah demi Tuhan enam agama agar mereka dilaknat atas perbuatannya,” ucap Nyoman dengan nada tegas.
GANNAS menilai keterlibatan oknum berpangkat tinggi telah menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum. Oleh karena itu, gerakan ini melakukan sumpah moral sebagai komitmen nyata memerangi narkoba dari akar rumput.
Meski melayangkan somasi, GANNAS menegaskan bahwa langkah ini adalah bentuk kecintaan dan dukungan kepada Presiden Prabowo dalam menjalankan program Asta Cita.
”Bapak Presiden, kami berada di belakang Anda untuk mendukung upaya menyelamatkan rakyat Indonesia dari bahaya narkoba,” tutup Nyoman.
Acara ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya:
– Dr. Habib Ali Alwi (Anggota DPD RI)
– I Komang Koheri, SE., M.M. (Bupati Lampung Tengah)
– Perwakilan Kementerian Agama RI
– Perwakilan BNPP
Banten dan BNNK. Tangerang Selatan
. Tokoh Banten, Makmum. Muzaki
. Ormas Pemuda Pancasila (PP), Forkabi, BPPKB, dan komunitas Jawara.
Melalui gerakan #UnfollowNarkoba, GANNAS berkomitmen untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam membersihkan Indonesia dari peredaran gelap narkotika.
Redaksi Suwoto /AY





