MediaSuaraMabes | Grobogan — Suasana begitu hangat dan meriah menyelimuti Jalan Raya Desa Sugih Manik, Kecamatan Tanggung Harjo, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah pada hari Senin 19 Oktober 2026. Ribuan warga, simpatisan, dan relawan memadati jalanan untuk turut mengantarkan Prima Pradictya yang pagi itu resmi mendaftarkan diri sebagai calon Kepala Desa dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) yang akan digelar pada 10 Desember 2026 mendatang.
Arak-arakan warga tampak begitu memukau. Iringan drumband, tarian Reog, hingga Jaran Kepang menghiasi perjalanan — semaraknya tak kalah dari perayaan kemerdekaan 17 Agustus! Sepanjang jalan dari kediaman menuju Balai Desa, antusiasme warga terlihat begitu nyata. Poster dukungan dibentangkan dengan bangga, yel-yel bergema tak henti, dan warga berbondong-bondong berjalan beriringan menyertai langkah Prima Pradictya.
Namun, di tengah riuh sorak dukungan, terselip momen yang mengharukan. Sebelum berangkat menuju Balai Desa, Prima terlebih dahulu melakukan sungkeman kepada kedua orang tua, mertua, serta sanak saudara terdekatnya. Ia memohon doa restu sebelum melangkah mengikuti kontestasi Pilkades ini.
Suasana emosional tak terelakkan saat Prima memeluk orang-orang terkasihnya. Butiran air mata turut mengiringi momen sederhana namun bermakna dalam itu — tanda penghormatan sekaligus permohonan doa untuk langkah pertamanya. Sebagaimana diketahui, Prima adalah putra dari Bapak Istiyanto, mantan Kepala Desa Sugih Manik, sehingga pencalonan ini sekaligus menjadi langkah mengikuti jejak ayahnya untuk mengabdi kepada masyarakat.
Pendaftaran berlangsung resmi di Kantor Pemerintahan Desa Sugih Manik, didampingi istri tercintanya, Ibu Roudhotul Ngalimin, beserta keluarga besarnya. Ini adalah pengalaman pertama Prima terjun ke kontestasi Pilkades. Dengan harapan tulus, ia ingin membawa Desa Sugih Manik semakin maju, sejahtera, dan hebat, sekaligus melanjutkan program pembangunan yang telah berjalan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Alhamdulillah, hari ini pendaftaran berjalan lancar. Ke depannya, tujuannya sama: kita ingin desa lebih baik. Tetap rukunlah kita — berbeda pilihan itu hal wajar, tapi kebersamaan kita yang utama. Warga yang hadir hari ini semuanya mengenakan kaos ‘Dulur Kabeh’. Kita akan lanjutkan pembangunan yang sudah berjalan, dan semoga saya senantiasa dijaga untuk menjaga amanah warga,” ujar Prima dengan tulus.
Antusiasme warga yang luar biasa ini menjadi gambaran kuatnya harapan masyarakat terhadap masa depan desa. Meski demikian, seluruh tahapan pemilihan masih akan berlangsung hingga puncaknya pada pemungutan suara di bulan Desember 2026 nanti. Semangat Prima dan seluruh warga Sugih Manik!
Reporter: Arief RH





