Kasi PAI Kemenag Agam Buka Pentas PAIS Candung, Kobarkan Semangat Generasi Qur’ani dan Berakhlak Mulia

MediaSuaraMabes | Candung, Agam – Semangat melahirkan generasi Qur’ani, berprestasi, dan berakhlak mulia mewarnai pembukaan Pentas Pendidikan Agama Islam dan Seni (PAIS) tingkat Kecamatan Candung Tahun 2026 yang berlangsung di halaman SDN 14 Candung, Senin (26/10/2026).

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Agam, Dr. H. Rinalfi, S.Ag., SH., MM., diwakili oleh Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam (Kasi PAI), H. Mursal Asmir, S.Ag., SH., MA., yang secara resmi membuka kegiatan tersebut. Sebanyak 187 peserta mengikuti ajang pengembangan bakat, kreativitas, dan kompetensi keagamaan peserta didik ini.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala KUA Kecamatan Candung yang diwakili Penghulu Fahmi Hamdi, SHI, Ketua K3S Irwandi, S.Pd.SD, Ketua BKSD Hendrawati, S.Pd., Ketua KKG PAI Syukriati, S.Pd.I, para kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Islam (GPAI), serta unsur pendidikan lainnya se-Kecamatan Candung.

Pentas PAIS tahun ini mempertandingkan lima cabang lomba, yaitu Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), tahfiz Al-Qur’an, pidato, bintang qasidah, dan cerdas cermat. Kelima cabang tersebut menjadi wadah bagi peserta didik untuk menunjukkan kemampuan, melatih keberanian, mengembangkan kreativitas, serta memperdalam kecintaan terhadap ajaran Islam.

Dalam sambutannya, H. Mursal Asmir menyampaikan bahwa Pentas PAIS bukan sekadar ajang untuk memperebutkan piala dan gelar juara, melainkan bagian penting dari proses pendidikan karakter dan pembinaan keagamaan sejak usia dini.

“Anak-anak kita adalah generasi penerus yang akan menentukan masa depan agama, bangsa, dan daerah. Karena itu, mereka harus dibekali bukan hanya dengan kecerdasan intelektual, tetapi juga dengan keimanan, ketakwaan, dan akhlak mulia,” pesannya.

Ia mengajak seluruh peserta agar mengikuti perlombaan dengan penuh semangat, percaya diri, dan menjunjung tinggi sportivitas. Peserta yang meraih kemenangan diharapkan tidak menjadi sombong, sementara yang belum berhasil diminta untuk tidak berkecil hati.

“Jangan takut untuk tampil, jangan ragu menunjukkan kemampuan, dan jangan mudah menyerah. Juara memang membanggakan, tetapi keberanian untuk berusaha, kemauan untuk belajar, dan akhlak yang baik jauh lebih berharga. Jadikan Pentas PAIS ini sebagai kesempatan untuk tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik,” ungkapnya memberi motivasi.

Lebih lanjut, Kasi PAI menegaskan pentingnya peran guru Pendidikan Agama Islam dan kepala sekolah dalam membina potensi peserta didik secara berkelanjutan. Menurutnya, pembinaan keagamaan tidak boleh berhenti ketika perlombaan selesai, tetapi harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari di sekolah, keluarga, dan masyarakat.

Ia juga mendorong penguatan Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG PAI) sebagai wadah peningkatan kompetensi guru, berbagi pengalaman pembelajaran, dan menyusun strategi pembinaan yang lebih efektif.

Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir peserta didik yang tidak hanya mampu membaca dan menghafal Al-Qur’an, tetapi juga memahami serta mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan. Demikian pula, kemampuan berpidato, seni Islami, dan wawasan keagamaan diharapkan menjadi bekal bagi anak-anak untuk tumbuh sebagai generasi yang percaya diri, santun, moderat, dan menghargai sesama.

Pentas PAIS juga menjadi wujud sinergi antara Kementerian Agama, satuan pendidikan, guru PAI, dan berbagai unsur pendidikan di Kecamatan Candung dalam meningkatkan mutu Pendidikan Agama Islam yang bermutu, berkarakter, berbasis cinta, dan berdampak nyata.

Pelaksanaan Pentas PAIS Kecamatan Candung Tahun 2026 diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat silaturahmi antarsekolah sekaligus menumbuhkan budaya berprestasi yang berlandaskan nilai-nilai keislaman.

Dengan dukungan kepala sekolah, pembinaan guru PAI, serta semangat para peserta, kegiatan ini diharapkan melahirkan bibit-bibit unggul yang siap dikembangkan untuk mengikuti kompetisi pada tingkat berikutnya.

Semangat yang dibangun dalam Pentas PAIS ini menjadi pengingat bahwa prestasi dan akhlak harus berjalan beriringan. Anak-anak yang hebat bukan hanya mereka yang mampu meraih juara, tetapi juga mereka yang menjunjung kejujuran, menghormati guru, menyayangi sesama, mencintai Al-Qur’an, dan mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Sumardius -Jurnalis Media Suara Mabes

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *