MediaSuaraMabes | Jakarta – Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo (M) 6,0 mengguncang wilayah Kiunga, Papua Nugini, pada Kamis (29/10/2026) siang. Meski berpusat di negara tetangga, getaran gempa ini dilaporkan terasa hingga ke sejumlah wilayah di Provinsi Papua, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan, Indonesia.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 10.55 WIB atau 12.55 WIT. Episenter atau pusat gempa berada di darat, tepatnya sekitar 171 kilometer tenggara Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan, dengan kedalaman 42 kilometer.
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menjelaskan bahwa guncangan gempa dirasakan oleh masyarakat di beberapa daerah perbatasan dengan intensitas yang bervariasi, mulai dari skala II hingga III Modified Mercalli Intensity (MMI).
“Berdasarkan laporan masyarakat, gempa bumi ini dirasakan di Boven Digoel dengan skala intensitas III MMI, di mana getaran dirasakan nyata di dalam rumah dan terasa seakan-akan ada truk yang berlalu,” ujar Wijayanto dalam keterangan resminya, Kamis (29/10/2026).
Selain di Kabupaten Boven Digoel, getaran juga menjalar hingga ke wilayah pesisir utara dan selatan Papua.
“Di Kota Jayapura dan Merauke, gempa dirasakan dengan skala intensitas II MMI. Artinya, getaran dirasakan oleh beberapa orang dan menyebabkan benda-benda ringan yang digantung bergoyang,” sambungnya.
Lebih lanjut, Wijayanto memaparkan bahwa dilihat dari lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, peristiwa ini tergolong sebagai gempa bumi dangkal. Gempa tersebut dipicu oleh adanya aktivitas sesar aktif di kawasan tersebut.
“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi ini memiliki mekanisme pergerakan sesar geser (strike-slip),” jelas Wijayanto.
Hingga berita ini diturunkan, hasil pemantauan BMKG menunjukkan belum adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock). Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, serta selalu memantau informasi resmi dari kanal komunikasi BMKG.
Penulis: Saud Maruntung Marbun
