MediaSuaraMabes | Bandung Barat – Menjaga lingkungan bukan hanya tentang mengatasi persoalan sampah, tetapi juga memastikan masyarakat memiliki kesempatan untuk terlibat, menyampaikan aspirasi, dan membangun masa depan yang lebih berkelanjutan. Semangat tersebut hadir dalam kegiatan Youth Dialogue and Field Visit on Business, Human Rights, and the Environment in West Java yang berlangsung di Bening Saguling Foundation, mitra binaan PLN Indonesia Power UBP Saguling.
Melalui program pemberdayaan masyarakat, PLN Indonesia Power UBP Saguling turut mendukung ruang kolaborasi yang mempertemukan pemerintah, lembaga internasional, komunitas, dan generasi muda untuk membahas isu lingkungan, hak asasi manusia (HAM), serta praktik bisnis yang bertanggung jawab.
Kegiatan merupakan inisiasi United Nations Development Programme (UNDP) Indonesia, bekerja sama dengan Kementerian Koordinator Bidang Pangan dan didukung Uni Eropa melalui inisiatif Agent of Change. Sejumlah pihak yang hadir diantaranya Senior Manager UBP Saguling, Bapak Doni Bakar; Manager Administrasi, Bapak Hutarianto; perwakilan Kementerian Koordinator Bidang Pangan; Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten Bandung Barat; Satgas Citarum Harum; delegasi Parlemen Eropa yang diwakili ketua dan anggota subkomite untuk Hak Asasi Manusia; serta perwakilan komunitas dan Yayasan Plastic Guardian.
Dialog ini menjadi bagian dari upaya memperkuat peran generasi muda, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan dalam mendorong praktik bisnis yang bertanggung jawab sekaligus menghormati hak asasi manusia dan keberlanjutan lingkungan.
Kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum menjadi konteks penting dalam diskusi tersebut. Berbagai persoalan lingkungan yang dihadapi masyarakat membutuhkan keterlibatan banyak pihak, termasuk anak muda yang memiliki peran strategis dalam menyuarakan perubahan dan mengembangkan solusi di lingkungan sekitarnya.
Melalui dialog langsung, peserta memperoleh kesempatan untuk mendengarkan pengalaman masyarakat dan komunitas yang selama ini terlibat dalam upaya menjaga lingkungan Citarum. Pertukaran perspektif ini membuka ruang pemahaman bahwa persoalan lingkungan tidak dapat dilepaskan dari aspek sosial, ekonomi, hak masyarakat, dan tanggung jawab seluruh pihak yang berkegiatan di sekitarnya.
Kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk melihat bagaimana inisiatif pemberdayaan masyarakat dapat diterapkan secara nyata melalui program yang melibatkan partisipasi komunitas.
Dalam rangkaian kunjungan lapangan, para tamu mendapatkan pemaparan mengenai program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL/CSR) UBP Saguling yang disampaikan oleh Wildan Haris Mustofa, Officer Community Development (Comdev).
Rombongan kemudian mengunjungi sejumlah program yang dikembangkan Bening Saguling Foundation, mulai dari Klinik Berbayar Sampah, Omah Plastik, hingga program ekonomi sirkular ayam petelur.
Klinik Berbayar Sampah memperkenalkan pendekatan pengelolaan sampah yang mendorong masyarakat melihat sampah sebagai material yang memiliki nilai. Sementara itu, Omah Plastik menjadi bagian dari upaya pemanfaatan dan pengolahan sampah plastik agar memiliki nilai guna. Adapun program ekonomi sirkular ayam petelur memperlihatkan bagaimana pendekatan pengelolaan sumber daya dapat dihubungkan dengan kegiatan ekonomi masyarakat.
Melalui kunjungan tersebut, para peserta memperoleh gambaran mengenai proses pemberdayaan yang tidak berhenti pada edukasi, tetapi juga berupaya membangun kebiasaan, membuka peluang ekonomi, dan mendorong pemanfaatan sumber daya secara lebih bertanggung jawab.
Berbagai program ini sekaligus menunjukkan bahwa inisiatif lingkungan dapat dikembangkan dengan pendekatan yang dekat dengan kebutuhan masyarakat. Ketika masyarakat terlibat dalam prosesnya, upaya pengelolaan lingkungan berpeluang menciptakan manfaat yang lebih luas dan berkelanjutan.
Senior Manager UBP Saguling, Doni Bakar, turut berdiskusi dengan para tamu, termasuk delegasi Parlemen Eropa, mengenai pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat di Bening Saguling Foundation.
Dalam kesempatan tersebut, ia berbagi wawasan mengenai upaya UBP Saguling mendukung pengembangan program lingkungan dan ekonomi sirkular melalui kemitraan dengan masyarakat. Diskusi ini juga menjadi ruang pertukaran pandangan mengenai bagaimana program pemberdayaan dapat memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus membuka peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Bagi kami, keberlanjutan tidak cukup hanya menjadi konsep atau komitmen di atas kertas. Upaya tersebut harus diwujudkan melalui program yang dapat dilihat, dirasakan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Karena itu, kolaborasi dengan mitra binaan, komunitas, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi sangat penting,” ujar Doni.
Ia menambahkan bahwa keterlibatan anak muda juga menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan lingkungan. Generasi muda perlu mendapatkan ruang untuk menyampaikan gagasan, berbagi pengalaman, serta berpartisipasi dalam mencari solusi atas tantangan lingkungan yang dihadapi masyarakat.
“Kita membutuhkan kepedulian dan keterlibatan bersama. Apa yang dilakukan hari ini harus mampu membuka peluang bagi masyarakat untuk berkembang sekaligus menjaga lingkungan bagi generasi berikutnya,” tambahnya.
Kehadiran UNDP Indonesia, pemerintah, delegasi Parlemen Eropa, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan di Bening Saguling Foundation menjadi momentum untuk memperluas dialog mengenai hubungan antara kegiatan usaha, hak asasi manusia, dan kelestarian lingkungan.
Melalui pertemuan dan kunjungan lapangan ini, pengalaman yang dibangun di tingkat masyarakat dapat menjadi bahan pembelajaran bersama dalam mendorong pendekatan pembangunan yang lebih inklusif dan bertanggung jawab.
Bagi PLN Indonesia Power UBP Saguling, kegiatan ini sejalan dengan upaya memperkuat program pemberdayaan masyarakat melalui mitra binaan. Perusahaan tidak hanya mendorong penyelesaian persoalan lingkungan, tetapi juga mendukung terbentuknya masyarakat yang lebih berdaya melalui edukasi, kolaborasi, dan pengembangan kegiatan ekonomi yang berkelanjutan.
Dialog lingkungan bersama anak muda ini menegaskan bahwa perubahan membutuhkan ruang untuk saling mendengar, berbagi pengalaman, dan membangun kepercayaan. Pengalaman masyarakat di sekitar DAS Citarum menjadi pengingat bahwa solusi lingkungan akan lebih bermakna ketika dirancang dengan memperhatikan kebutuhan, hak, dan peran masyarakat itu sendiri.
Melalui Bening Saguling Foundation, PLN Indonesia Power UBP Saguling terus mendorong kolaborasi yang menghubungkan kepedulian lingkungan dengan pemberdayaan masyarakat. Harapannya, inisiatif yang tumbuh di tingkat lokal dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk mengambil peran dalam menjaga lingkungan dan menciptakan dampak positif yang berkelanjutan.
Dari Saguling, suara anak muda bertemu dengan aksi nyata masyarakat. Bersama, membangun praktik bisnis yang bertanggung jawab, menjaga kelestarian Citarum, dan menumbuhkan masa depan yang lebih berkelanjutan bagi generasi mendatang.





