MediaSuaraMabes | Jakarta – Tanggal 1 Oktober 2026 diperingati sebagai Hari Lansia Internasional (International Day of Older Persons) yang ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
* Tema Global: “The Age of Longevity: Rethinking Systems for Longer Lives” atau “Era Panjang Umur: Memikirkan Kembali Sistem untuk Kehidupan yang Lebih Panjang”.
* Fokus Utama: Memastikan bahwa peningkatan angka harapan hidup global diiringi dengan kebijakan yang mendukung kesehatan, keamanan finansial, inklusi sosial, serta kehidupan yang bermartabat bagi para lansia.
Karena penulis merupakan salah seorang pengurus Komunitas Lansia Paroki Servatius Kec.Pondok Melati,turut hadir di HUT Lansia sedunia Kamis, tangal 1 Oktober 2026, di GOR Candrabaga- Bekasi.
Pesan Sekretaris Jenderal PBB , António Guterres dalam Hari Lanjut Usia Internasional 2026 : Saat ini, umat manusia memiliki usia harapan hidup yang lebih panjang dibandingkan masa-masa sebelumnya. Pada tahun 2050, jumlah penduduk berusia 60 tahun ke atas diperkirakan akan meningkat dari 1,2 miliar jiwa menjadi 2,1 miliar jiwa – yang berarti mencapai 20 persen dari total populasi dunia ujar Antonio Guteres.
Hal ini lanjut Antonio,merupakan salah satu pencapaian terbesar di zaman kita, yang menjadi bukti nyata dari peningkatan kualitas kesehatan dan sistem perlindungan sosial yang lebih kuat di berbagai wilayah di dunia. Namun, hal ini juga menghadirkan berbagai risiko sekaligus peluang, yang pada akhirnya akan mengubah tatanan ekonomi dan sosial masyarakat.( dilansir dari Laman Karier Perserikatan Bangsa-Bangsa di Indonesia ).
Itulah sebabnya, tema Hari Lanjut Usia Internasional tahun ini ujar Antonio Guteres, adalah “Era Harapan Hidup yang Tinggi: Merancang Ulang Sistem untuk Usia yang Lebih Panjang.” Tema ini merupakan panggilan mendesak untuk merespons kebutuhan dunia yang populasinya semakin menua.
Pada tahun 2021, Paus Fransiskus mendeklarasikan Hari Kakek-Nenek dan Lansia Sedunia, yang akan diperingati setiap tahun pada hari Minggu keempat bulan Juli, bertepatan dengan peringatan Santo Yoakim dan Anna , kakek-nenek Yesus sebagaimana penulis (Ringo) beritakan di media Liputan Nusantara edisi Juli 2025, dibawah judul “Hari Kakek Nenek dan Lanjut Usia Sedunia -27 Juli 2025”.
Dalam artikel tersebut penulis menjelaskan bahwa, Departemen Awam, Keluarga, dan Kehidupan mempromosikan dua cara bagi umat Katolik untuk merayakannya.
Pertama, dengan merayakan Misa untuk kakek-nenek dan lansia. Kedua, dengan mengunjungi mereka yang sendirian. Indulgensi penuh diberikan bagi mereka yang berpartisipasi dalam salah satu kegiatan ini.
Lebih lanjut perayaan HUT Lansia sedunia yang dilaksanakan di GOR Candrabaga – Bekasi Yang dihadiri lebih kurang dari 1800 lansia,dari berbagai kecamatan sekota Bekasi, Perayaan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dilanjutkan dengan lagu Mars Lansia.
Dalam sambutannya Dr. Tri Adhianto Tjahyono walikota Bekasi mengatakan :
Pemerintah Kota Bekasi terus berkomitmen penuh untuk menghadirkan ruang yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya para lansia. Melalui program Sekolah Lansia atau Kriyaan Lansia yang sudah kita kembangkan bersama, saat ini jumlah anggotanya telah melampaui target awal dan kini mencapai lebih dari 3.400 peserta.
Ini membuktikan bahwa para orang tua kita di Kota Bekasi memiliki keinginan yang sangat kuat untuk terus belajar, berinteraksi, dan beraktivitas secara positif.
Kami ingin memastikan lanjut walikota, bahwa para lansia di Kota Bekasi tidak hanya sekadar menjadi penerima manfaat pelayanan, melainkan menjadi subjek yang aktif, kreatif, dan mandiri. Keberadaan wadah seperti Lembaga Lanjut Usia Indonesia (LLI) cabang Kota Bekasi yang kepengurusannya baru kita kukuhkan, memegang peran yang sangat krusial dalam menyusun program-program konkret yang langsung menyentuh kebutuhan fisik maupun psikologis para lansia di seluruh wilayah.
Oleh karena itu, lanjut walikota lagi, pada momentum Hari Lansia Sedunia ini, saya mengajak kita semua untuk:
1. Tetap Menjaga Kesehatan: Teruslah aktif bergerak melalui kegiatan olahraga ringan, jalan sehat, maupun program kebugaran yang difasilitasi oleh lingkungan setempat.
2. Terus Menjadi Inspirasi: Bagikan pengalaman hidup, kearifan, dan nilai-nilai luhur kepada anak-cucu kita sebagai modal pembangunan generasi muda yang berkarakter di Kota Bekasi.
3. Mempererat Kebersamaan: Jadikan momentum ini untuk saling menguatkan interaksi sosial antar-sesama agar tidak ada lansia yang merasa kesepian atau terisolasi.
Diakhir sambutannya, Dr. Tri Adhianto Tjahyono mmengatakan.Mari kita wujudkan Kota Bekasi yang ramah lansia, kota yang aman, nyaman, dan membahagiakan bagi semua generasi. Lansia Kota Bekasi: Sehat, Aktif, Mandiri, dan Bahagia!
Petinggi PDI Perjuangan Hadiri Sekolah Lansia Kota Bekasi
Dilansir dari Matras news – Bekasi, Pernyataan resmi dan inti sambutan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, dalam peringatan Hari Lansia Sedunia dan Hari Kesehatan Mental Internasional pada 1 Oktober 2026 di GOR Bang Yan, Kota Bekasi (wilayah kompleks olahraga dekat Stadion Patriot Candrabhaga) mengusung tema “Lansia Sehat, Jiwa Raga, Berdaya, Bermartabat Bersama PDI Perjuangan”.
Berikut adalah poin-poin utama isi sambutan Sekjen PDIP dalam acara tersebut sebagaimana dilaporkan oleh Antara Megapolitan dan media nasional:
* Lansia sebagai Jembatan Antargenerasi: Hasto menegaskan bahwa kelompok lanjut usia memiliki peran penting dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Lansia diposisikan sebagai jembatan yang menghubungkan antara sejarah masa lalu, generasi sebelumnya, dan masa depan.
* Negara Tidak Boleh Mengabaikan Lansia: Ia menyampaikan instruksi bahwa perhatian terhadap kelompok lanjut usia merupakan bagian dari pembumian Pancasila, rasa welas asih, serta gerak kemanusiaan. Hasto menegaskan, “Tidak boleh ada satu pun lansia yang diabaikan oleh negara”.
* Apresiasi Sekolah Lansia Kota Bekasi: Secara khusus, Hasto memuji langkah konkret DPC PDI Perjuangan Kota Bekasi dan Pemerintah Kota Bekasi di bawah kepemimpinan Tri Adhianto yang sukses menginisiasi pembentukan 28 Sekolah Lansia. Wadah ini dinilai efektif menjadi ruang komunikasi, edukasi kesehatan, sekaligus ruang interaksi sosial agar para lansia tidak merasa sendirian.
1. Didorong Menjadi Kebijakan Strategis Nasional: Program Sekolah Lansia terstruktur seperti di Bekasi ini akan diinstruksikan oleh DPP PDIP untuk diterapkan sebagai
2. kebijakan strategis nasional di seluruh wilayah Indonesia yang dipimpin oleh kepala daerah dari kader PDI Perjuangan.
3. Desakan Revisi UU Lansia: Melalui momentum ini, DPP PDI Perjuangan juga menyuarakan perlunya penyempurnaan atau revisi Undang-Undang tentang Lansia agar kelompok warga lanjut usia diposisikan sebagai subjek aktif pembangunan nasional (melalui keteladanan, pemikiran, dan pengalaman mereka), bukan sekadar objek pasif yang menerima bantuan
4. Didorong Menjadi Kebijakan Strategis Nasional: Program Sekolah Lansia terstruktur seperti di Bekasi ini akan diinstruksikan oleh DPP PDIP untuk diterapkan sebagai kebijakan strategis nasional di seluruh wilayah Indonesia yang dipimpin oleh kepala daerah dari kader PDI Perjuangan.
5. Desakan Revisi UU Lansia: Melalui momentum ini, DPP PDI Perjuangan juga menyuarakan perlunya penyempurnaan atau revisi Undang-Undang tentang Lansia agar kelompok warga lanjut usia diposisikan sebagai subjek aktif pembangunan nasional (melalui keteladanan, pemikiran, dan pengalaman mereka), bukan sekadar objek pasif yang menerima bantua
Acara ini juga mengusung tema “Lansia Sehat, Jiwa Raga, Berdaya, Bermartabat Bersama PDI Perjuangan”. Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Kesehatan Ribka Tjiptaning, jajaran fraksi dan anggota partai, serta Wali Kota Bekasi Tri Adhianto hadir dalam kegiatan tersebut.
Kegiatan itu juga menampilkan berbagai aktivitas para lansia. Mereka mengikuti peragaan busana, memainkan angklung, dan membawakan tarian Bali.
Sekolah Lansia KUN (Kasih Untuk Negeri) Berjalan Sejak 2022
Tri mengatakan Kota Bekasi memiliki Sekolah Lansia KUN atau Kasih Untuk Negeri. Program tersebut telah berjalan sejak 2022 dan kini mencatat sekitar 3.800 lansia terdaftar.
Sekolah tersebut tidak hanya memberikan edukasi kesehatan. Program itu juga membuka ruang bagi lansia untuk belajar, beraktivitas, dan bersosialisasi.
Bagi para peserta, berbagai penampilan dalam peringatan tersebut menjadi ruang untuk tetap berkarya. Kegiatan itu sekaligus memberi kesempatan kepada lansia untuk tampil dan berinteraksi di ruang publik.
Layanan Kesehatan Gratis
Panitia juga menyediakan layanan kesehatan gratis bagi peserta. Pemeriksaan mata menjadi salah satu layanan yang tersedia.
Sejumlah lansia yang membutuhkan juga memperoleh kacamata. Layanan tersebut melengkapi kegiatan pemberdayaan dengan perhatian terhadap kondisi kesehatan peserta.
Hasto Kristiyanto mengapresiasi keberadaan Sekolah Lansia KUN di Kota Bekasi. Menurut dia, program tersebut dapat menjadi ruang komunikasi, edukasi kesehatan, dan aktivitas sosial bagi warga lanjut usia. InfoRegulasi
Hasto mengatakan PDI Perjuangan akan mendorong program serupa menjadi kebijakan strategis di daerah yang dipimpin kader partai. Ia juga menekankan pentingnya menjaga ruang interaksi bagi lansia agar mereka tetap terlibat dalam kehidupan masyarakat.
“Kader-kader partai akan ditugaskan mengunjungi para lansia dan mendorong kebijakan yang berpihak kepada mereka,” kata Hasto.
Menurut Hasto, pengalaman, pemikiran, dan keteladanan para lansia dapat menjadi bagian dari pembangunan kota. Pandangan tersebut menempatkan Sekolah Lansia bukan sekadar tempat belajar, tetapi juga ruang untuk mempertahankan peran sosial warga lanjut usia.
Dengan jumlah peserta terdaftar mencapai sekitar 3.800 orang, Sekolah Lansia KUN menunjukkan bahwa kebutuhan lansia tidak berhenti pada layanan kesehatan. Ruang belajar, interaksi sosial, dan kesempatan untuk tetap aktif juga menjadi bagian penting dalam kehidupan kelompok usia lanjut. tutup Hasto (Ring-o )
